Kamis, 06 Maret 2008

PROCESSOR: Clock Speed Bukan SegalanyaMitos: Clock Speed yang dicantumkan pada processor AMD maupun Intel menjadi ukuran seberapa hebat processor tersebut.
Kenyataan: Kemampuan suatu processor tidak semata berasal dari kapasitas clock speed-nya saja, tapi processor/model number juga berpengaruh besar. Intel menggunakan tiga digit angka dengan sebutan processor number, sedangkan AMD menggunakan empat digit angka yang diakhiri dengan tanda plus dengan sebutan model number pada masing-masing produknya.
Untuk Intel sendiri, komposisi dalam menentukan procesor number mengacu pada arcitechture, cache, clock speed, FSB, dan teknologi intel yang lain. Di lain pihak, AMD menentukan model number mereka melalui standar benchmark dari AMD sendiri yang mampu memberikan hasil secara akurat. AMD beranggapan bahwa prosesor yang bekerja dengan clock lebih kecil akan lebih efisien daripada memakai clock yang besar. Maka mereka menciptakan processor dengan dengan memperbesar jumlah MIPS (Million Instruction Per Second) dan 3DNow! sehingga proses dalam menjalankan suatu aplikasi menjadi lebih cepat.
Sebaliknya dengan Intel, mereka menciptakan prosesor dengan clock yang tinggi yaitu dengan cara memperbanyak pipeline dan SSE (Streaming SIMD Extensions) pada processor mereka. Sehingga dengan teknologi tersebut, processor dapat menerima banyak intruksi dalam satu waktu. Hal ini menyebabkan kita dapat membuka beberapa aplikasi sekaligus secara bersamaan dan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kecepatan dalam membuka suatu aplikasi juga dipengaruhi oleh setting OS, CPU usage tiap aplikasi, dan sebagainya.
Tips: Saat membeli PC atau notebook, pastikan Anda selalu memeriksa kemampuan PC atau notebook tersebut secara keseluruhan, paling tidak mengetahui spesifikasi detail perihal PC atau notebook tersebut. Ingat! clock speed bukan segalanya.
VIDEO CARD: RAM Sebesar Apapun Tidak Akan Pernah CukupMitos: Makin besar RAM video card, akan semakin bagus kualitasnya gambar yang akan dihasilkan oleh video card tersebut.
Kenyataan: Pada dasarnya, RAM yang terdapat dalam video card nantinya yang akan mengolah berbagai format tekstur dan resolusi yang ditampilkan pada display dengan titik yang optimal. Kami membuktikan bahwa kapasitas RAM yang besar hanya akan menguntungkan Anda apabila dalam penggunaannya Anda selalu memakai resolusi tinggi pada PC atau memaksa video card tersebut untuk mengolah format dengan tekstur yang tinggi. Masuk akal apabila Anda memakai video card dengan RAM sebesar 512 MB atau 256 MB untuk memainkan game-game, seperti Doom 3, Far Cry, atau Half Life 2, karena semua game tersebut membutuhkan format tekstur dan resolusi yang cukup tinggi.
Lalu, bagaimana kalau RAM video card Anda hanya sebesar 128 MB? Jangan berkecil hati, perbedaan RAM 128 MB dan 256 MB ternyata tidak terlalu berpengaruh banyak, sebenarnya perbedaannya hanya bisa diukur dengan melakukan tes benchmark, terutama ketika dilakukan pengetesan dengan memakai resolusi yang ekstrem dan setting image quality berada pada titik optimal.
Pada video card, komponen yang terpenting adalah jenis chipset, berapa kapasitas clock chipset, dan RAMDAC, bukan terletak pada kapasitas RAM-nya.
Tips:
Bila video card tersebut hanya dipakai untuk word processing, multimedia atau penggunaan game, dan aplikasi standar, pakailah video card standar. Sebaliknya jika Anda memakai video card tersebut untuk memainkan game-game dengan resolusi tinggi atau menggunakan aplikasi grafis yang membutuhkan rendering, tentu saja Anda harus memilih video card high-end.
Hindari video card dengan embel-embel “LE” atau “SE”,video card jenis ini lebih buruk dari versi standarnya.
RAM: DDR2 Tidak Selalu Lebih Cepat dari DDR1Mitos: Dengan teknologi dan komponen yang baru, DDR2-RAM mampu membuat PC Anda berlari kencang hingga mencapai kecepatan yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.
Kenyataan: Saat ini, kehebatan dari DDR2 hanya bisa dirasakan apabila PC Anda memakai processor INTEL. Sebagai contoh, DDR2–533 selalu dianggap lebih superior dibandingkan dengan DDR 400. Tapi sebenarnya, DDR2–533 didesain untuk berjalan pada 133 MHz masih kalah kalau dibandingkan dengan DDR 400 yg didesain untuk bisa berjalan pada clock 200 MHz.
Dengan desain seperti itu, pemrosesan instruksi per clock cycle pada RAM DDR2-533 menjadi setengah kali lebih lambat daripada RAM DDR–400. Rendahnya waktu pemrosesan instruksi pada DDR2–533 berarti semakin lambat waktu untuk mengakses data yang kita perlukan.
DDR2-533 akan bekerja secara maksimal bila kita memkai processor intel dengan FSB sebesar 533 MHz, karena apabila kita memakai processor intel dengan FSB kurang atau lebih dari 533 MHz maka akan terjadi bottleneck pada proses instruksi nantinya.
Kebutuhan daya pada RAM DDR2 lebih kecil yaitu sebesar 1,8V dibandingkan RAM DDR yang mebutuhkan daya sekitar 2,5V. Hal ini menyebabkan RAM DDR2 lebih dingin daripada RAM DDR.
Jangan lupa, chipset pada RAM juga sangat berpengaruh di sini baik merk dan berapa banyak jumlahnya.
Tips:
Dalam waktu dekat Intel bekerja sama dengan produsen PC desktop akan mengeluarkan PC built-up yang dilengkapi dengan teknologi RAM DDR2, tapi khusus untuk Anda yang lebih senang dengan PC rakitan atau Anda tidak termasuk orang yang Intel “minded”, maka kami sarankan untuk memakai RAM DDR.
Untuk notebook, kami sarankan Anda memakai RAM DDR2, karena DDR2 lebih cepat dingin dan tahan panas jika dibandingkan dengan DDR, hal ini diperlukan mengingat bentuk casing notebook lebih tertutup dibandingkan casing PC desktop yang terbuka.
DVD-RW: Faktor X yang Mempengaruhi Proses Burning Mitos: DVD-RW 8x dapat melakukan proses burning dua kali lebih cepat dibandingkan DVD-RW 4x dan setengah kali lebih lambat dari DVD-RW 16x.
Kenyataan: Memang benar, nilai x yang terdapat pada CD/DVD-W melambangkan seberapa besar transfer rate-nya. Anda pasti berpikiran seperti berikut: DVD RW 16x menggambarkan waktu yang diperlukan untuk proses burning tersebut adalah 21 MB/second dan akan membutuhkan waktu 3,5 menit untuk menyelesaikan proses burning sebuah media DVD.
Anda salah, tidak ada satu DVD-RW pun yang mampu menyelesaikan proses burning dalam waktu 3,5 menit. Proses burning pada 3,5–4 GB pertama berlangsung lebih lambat, malahan ada sebagian DVD-RW yang mencapai kecepatan maksimum baru pada 100 MB terakhir. Ingin tahu alasannya?
Semua DVD-RW akan mengalami peningkatan kecepatan pada saat proses burning berlangsung, tetapi apabila Anda hanya ingin mengisi setengah dari kapasitas total mediaDVD Anda, maka DVD-RW tidak akan pernah mencapai kecepatan yang maksimal. DVD-RW yang tercepat memerlukan waktu 5,5 menit untuk melakukan proses burning, itupun kalau media yang digunakan dalam keadaan kosong.
Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah meskipun dalam paket tertulis 16x DVD + for R/RW, pernyataan tersebut tidak berlaku untuk beberapa tipe media DVD tertentu yang berarti ada beberapa tipe media yang tidak didukung oleh DVD-RW tersebut. Tidak ada DVD yg bisa melakukan proses burning pada media DVD RW atau +RW yang ada saat ini melebihi kecepatan 4x.
Tips: Kebanyakan DVD-RW memerlukan waktu burning sekitar 5,30–6,15 menit. Mungkin terlihat agak lama, tetapi kami yakin bahwa Anda lebih memilih waktu yang lama daripada data hasil burning tidak bisa dibaca sama sekali. Analoginya, semakin cepat DVD-RW melakukan burning, maka semakin besar pula tingkat kesalahan dalam membaca data.

Tidak ada komentar: